Rangkuman Pengantar Ilmu Politik Semester 1
Para pemikir Yunanin Kuno, awalnya Plato dan Kemudian Aristoteles mengemukakan gagasan bahwa dengan menerapkan asas-asas penalaran terhadap masalah-masalah kemanusiaan, maka manusia dapat memerintah dirinya sendiri.
Pemikiran mengenai negara dan pemerintahan di Indonesia ada dalam kitab Pararaton, Negarakertagama, dan Babad Tanah Jawi.
Perkembangan ilmu politik banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum, sosiologi, dan psikologi.
Ketika ilmu politik dipengaruhi oleh ilmu hukum maka pusat perhatiannya adalah negara yang dikenal sebagai tradisi yuridis formal.
Kajian ilmu politik di Amerika Serikat berpijak pada : ide rasionalitas yunani, ide yuridis romawi, ide kenegaraan jerman, ide persamaan, kebebasan, kekuasaan yang berasal dari inggris dan prancis.
Asosiasi ilmu politik amerika (APSA) pada dasarnya adalah wadah untuk mengumpulkan fakta-fakta empirik.
Ilmu politik juga memperoleh sumbangan ilmu yang sangat berharga dari ilmu filsafat, sejarah hukum, psikologi, dan sosiologi.
Bidang Kjian Ilmu Politik
Menurut Andrew Heywood (1997) dalam bukunya politics, ilmu politik dibagi menjadi beberapa bidang kajian utama yaitu:
1. Teori politik yang meliputi : definisi politik baik pemerintahan sistem dan rezim, ideologi-ideologi politik, demokrasi.
2. Bangsa-bangsa dan globalisasi meliputi : bangsa dan nasionalisme, politik subnasional, politik global.
3. Interaksi politik terdiri dari : ekonomi dan masyarakat, budaya politik dan legitimasi, perwakilan pemilu dan partisipasi dalam pemilu, partai politik dan sistem kepartaian.
4. Mesin pemerintah yang meliputi konstitusi hukum dan yudikatif, lembaga legislatif, lembaga eksekutif, birokrasi, militer dan polisi.
5. Kebijakan dan kinerja meliputi : proses kebijakan dan kinerja sistem.
Sebelumnya dalam Contemporary Political Science yang diterbitkan oleh UNESCO ilmu politik dibagi menjdi 4 bidang kajian utama yaitu :
1. Teori politik yang meliputi UUD / konstitusionalisme dan sejarah perkembangan pemikiran politik.
2. Lembaga-lembaga politik meliputi studi UUD, pemerintah nasional, pemerintah lokal, fungsi sosial ekonomi dan pemerintah, dan perbandingan lembaga-lembaga politik.
3. Partai-partai, golongan-golongan dan pendapat umum meliputi atas kajian partai-partai politik.
4. Hubungan internasional yang meliputi studi bidang poitik internasional, organisasi dan administrasi internasional, serta hukum internasional.
Pembangunan Politik (Political Development) menelaah dampak pembangunan sosial ekonomi terhadap susunan masyarakat, khususnya bagaimana pengaruh lembaga-lembaga politik terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
Etnosentrik : mempergunakan tradisi barat untuk menilai apa yang terjadi dinegara bekembang.
DEFINISI ILMU POLITIK
Ilmu politik mempelajari tentang kehidupan politik.Secara umum dapat diartikan bahwa politik ialah berbagai kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan tujuan dari sistem itu, dan bagaimana melaksanakan tujuan-tujuannya.
Politik menurut Heywood : keseluruhan aktifitas dimana masyarakat membuat, mempertahankan dan membuat amandemen aturan-aturan umum dimana mereka hidup.
Ilmu politik melibatkan beberapa aspek diantaranya : negara (state), kekuasaan, pengambilan keputusan dan kebijakan publik, kompromi dan konsensus, pembagian atau alokasi.
Negara adalah sebuah organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan si pelaku.
Harold D Laswell dan A. Kaplan dalam "power and society" mengatakan bahwa ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.
W.A Robson dalam "The university theaching of social science" mengatakan ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil.
Ossip K. Flechtheim dalam "fundamental of political science" mengatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala-gejala kekuasaan lain yang tidak resmi yang dapat mempengaruhi negara.
David Easton dalam bukunya "a system analysis of political life mengatakan bahwa sistem politik adalah keseluruhan interaksi yang mengatur pembagian nilai-nilai secara otoritatif.
1.12
0 komentar:
Posting Komentar